Penguatan Peran UKS di Satuan Pendidikan Tahun 2025
Kota Makassar, 27–30 Oktober 2025
← Kembali ke Halaman Utama
Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Penguatan Peran UKS dalam Mendukung Program MBG
Nama Satuan Pendidikan
Jenjang
NPSN
Nama Kepala Satuan Pendidikan
Alamat Satuan Pendidikan
Jl.Veteran Utara Lr.43 No. 11
No
Kegiatan
Uraian Kegiatan
Sasaran
Tujuan
Waktu
Pihak Terlibat (Peran UKS)
Sumber Anggaran
Output Kegiatan
A
Tahap Persiapan
1
Inventarisasi dan pengecekan kondisi sarana dan prasarana pendukung kesehatan sekolah (toilet, wastafel, tempat sampah, UKS Room, kebersihan kelas dan lingkungan).
Seluruh warga sekolah (siswa, guru, tenaga kependidikan).
Menjamin kesiapan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan MBG.
Tim UKS Sekolah. • Kepala Sekolah. • Petugas kebersihan sekolah. • Komite Sekolah. • Puskesmas setempat (bila perlu pendampingan kesehatan lingkungan).
Dana BOS
Sarana dan prasarana UKS siap digunakan.
2
Mengidentifikasi data kondisi sarana prasarana kesehatan sekolah (ruang UKS, alat P3K, sanitasi, tempat cuci tangan, kantin sehat).
Siswa seluruh jenjang. • Tim UKS dan guru wali kelas. • Tim pelaksana MBG sekolah
Menjadi dasar pengambilan keputusan dalam kegiatan pembiasaan hidup sehat di sekolah.
Tim UKS Sekolah. • Kepala Sekolah. • Wali Kelas dan Guru BK. • Puskesmas (bagian kesehatan anak). • Komite Sekolah. • Operator sekolah (bagian data).
Dana BOS
Tersusunnya database pendukung program MBG (data kesehatan siswa dan sarpras UKS). • Laporan profil kesehatan sekolah. • Data siap digunakan untuk analisis kebutuhan program MBG. • Tersedianya arsip digital dan cetak untuk monitoring kegiatan MBG.
3
Melakukan koordinasi dengan Puskesmas, komite sekolah, dan mitra eksternal untuk dukungan tenaga atau fasilitas kesehatan.
Guru pembina UKS dan MBG. • Kader UKS (siswa). • Petugas kebersihan dan keamanan sekolah. • Warga sekolah secara umum.
Memberikan pelatihan singkat kepada kader UKS dan guru terkait pelaksanaan kegiatan MBG berbasis kesehatan.
Tim UKS Sekolah. • Kepala Sekolah. • Guru pembina MBG. • Puskesmas setempat. • Komite Sekolah / Orang Tua. • Mitra eksternal (CSR, LSM, Dinas
Dana BOS
Tersedianya daftar dan peta sumber daya pendukung MBG. ter
4
Sosialisasi dan persiapan kegiatan MBG berbasis kesehatan sekolah (contoh: Gerakan Sekolah Sehat dan Bahagia). Langkah-langkah: • Koordinasi UKS dengan guru dan tim MBG • Rapat perencanaan kegiatan (jadwal, tema, sarana) • Pembuatan media edukasi kesehatan (poster, leaflet) • Persiapan alat dan bahan kebersihan • Pengecekan ruang dan lingkungan sekolah agar siap mendukung kegiatan MBG
Siswa seluruh jenjang • Guru dan tenaga kependidikan • Tim UKS dan kader kesehatan sekolah
Menumbuhkan kesadaran pentingnya kesehatan dalam mendukung program Merdeka Belajar • Menyiapkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman • Mendorong keterlibatan warga sekolah dalam kegiatan MBG
Menumbuhkan kesadaran pentingnya kesehatan dalam mendukung program Merdeka Belajar • Menyiapkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman • Mendorong keterlibatan warga sekolah dalam kegiatan MBG
Dana Bos
Terlaksananya rapat koordinasi UKS–MBG
B
Tahap Pelaksanaan
1
Pengawasan kebersihan lingkungan sekolah selama MBG berlangsung
Siswa seluruh jenjang. • Guru pembina MBG. • Petugas kebersihan sekolah. • Kader UKS dan guru pembina UKS.
Mengimplementasikan kegiatan MBG dengan dukungan aspek kesehatan sekolah. • Meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya kesehatan dalam proses belajar.
Tim UKS Sekolah. • Guru pembina MBG. • Kepala Sekolah (penanggung jawab). • Petugas Puskesmas (tenaga medis / promkes). • Kader UKS (siswa). • Komite Sekolah / orang tua.
Dana BOS
Terlaksananya kegiatan MBG yang sehat, aman, dan menyenangkan. • Siswa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. • Laporan kegiatan pelaksanaan UKS dalam MBG. • Meningkatnya kolaborasi antara sekolah dan pihak kesehatan.
2
Menyusun dan menerapkan prosedur makan bersama yang sehat dan higienis selama kegiatan MBG. • Melakukan pengecekan kebersihan tempat makan, alat makan, dan makanan yang dibawa atau dijual di kantin. • Mengedukasi siswa tentang pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Seluruh siswa. • Guru pendamping MBG. • Petugas kantin sekolah. • Kader UKS dan petugas kebersihan sekolah.
Membiasakan siswa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) saat makan. • Menjamin keamanan dan kebersihan makanan yang dikonsumsi siswa selama MBG. • Menumbuhkan budaya makan sehat, bergizi, dan beretika di sekolah.
Tim UKS Sekolah. • Guru pembina MBG. • Petugas kantin / pengelola makanan sekolah. • Puskesmas (bila ada pemeriksaan makanan). • Komite Sekolah / orang tua siswa.
Dana BOS
Terlaksananya kegiatan makan bersama dengan prosedur sehat dan aman. • Siswa membiasakan mencuci tangan dan menjaga kebersihan saat makan. • Kantin sekolah menyediakan makanan bergizi dan higienis. • Laporan pelaksanaan dan dokumentasi kegiatan makan sehat dalam MBG.
3
Melaksanakan kegiatan penyuluhan dan praktik tentang gizi seimbang dan PHBS bagi siswa. • Menampilkan poster, video, dan media interaktif tentang pentingnya gizi dan kebersihan diri. • Mengadakan lomba kecil seperti “Bekal Sehat” atau “Cuci Tangan Pakai Sabun” antar kelas.
Siswa seluruh jenjang (terutama kelas rendah dan menengah). • Guru pendamping MBG dan wali kelas. • Kader UKS.
Menumbuhkan kesadaran pentingnya gizi seimbang dan perilaku hidup bersih di kalangan siswa. • Meningkatkan pemahaman siswa tentang hubungan antara kesehatan dan prestasi belajar. • Membentuk kebiasaan
Tim UKS Sekolah. • Guru pembina MBG. • Petugas Puskesmas (ahli gizi / promkes). • Komite Sekolah. • OSIS / kader kesehatan sekolah.
Dana BOS
Terselenggaranya kegiatan edukasi gizi dan PHBS di sekolah. • Siswa memahami pentingnya makanan bergizi dan perilaku hidup bersih. • Meningkatnya kesadaran warga sekolah untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan. • Terbentuknya kader siswa sebagai pelopor PHBS di sekolah.
C
Tahap Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan
1
Pemantauan rutin terhadap kegiatan UKS di sekolah seperti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan siswa, dan kebersihan lingkungan sekolah. Pemantauan status kesehatan siswa dan tenaga pendidik melalui data kesehatan yang diperoleh dari UKS. Pemantauan terhadap fasilitas kesehatan sekolah seperti alat P3K, obat-obatan, serta kebersihan dan kenyamanan ruang UKS.
Menjamin terlaksananya program-program UKS yang sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditentukan. Memastikan setiap kegiatan yang dilakukan di UKS dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan siswa dan staf pengajar
Untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang mungkin muncul di lingkungan sekolah secara dini. Untuk memastikan bahwa fasilitas dan kegiatan UKS berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Kepala sekolah Tim UKS Dinas Kesehatan setempat Siswa dan tenaga pengajar sebagai bagian dari subjek yang dipantau
Dana BOS
Laporan pemantauan kegiatan UKS yang mencakup status kesehatan siswa, kegiatan yang telah dilaksanakan, dan penggunaan sumber daya yang tersedia. Identifikasi kekurangan dan kendala yang perlu diperbaiki.
2
Penilaian terhadap efektivitas kegiatan dan program yang telah dilaksanakan oleh UKS. Pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber seperti laporan kegiatan, umpan balik siswa dan guru, serta hasil pemeriksaan kesehatan.
Menilai apakah tujuan yang telah ditetapkan dalam program UKS tercapai atau belum. Menilai apakah kegiatan UKS memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental siswa.
Untuk mengevaluasi apakah program yang dilaksanakan memberikan hasil yang diinginkan.
Kepala sekolah Tim UKS Dinas Kesehatan setempat Siswa dan tenaga pengajar sebagai bagian dari subjek yang dipantau
Dana BOS
Laporan evaluasi yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau kekurangan program kesehatan yang dilaksanakan.
3
Penyusunan laporan kegiatan UKS yang mencakup seluruh program yang telah dilaksanakan, hasil pemantauan dan evaluasi, serta anggaran yang digunakan. Menyampaikan laporan hasil kegiatan kepada pihak terkait, seperti dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan orang tua siswa.
Penyusunan laporan kegiatan UKS yang mencakup seluruh program yang telah dilaksanakan, hasil pemantauan dan evaluasi, serta anggaran yang digunakan. Menyampaikan laporan hasil kegiatan kepada pihak terkait, seperti dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan orang tua siswa.
Untuk memberikan laporan yang transparan tentang keberhasilan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program kesehatan di sekolah. Untuk mengkomunikasikan hasil dan rekomendasi perbaikan kepada pihak terkait untuk perencanaan program ke depan.
Kepala sekolah Tim UKS Dinas Kesehatan setempat Siswa dan tenaga pengajar sebagai bagian dari subjek yang dipantau
Dana BOS
Laporan pelaksanaan program UKS yang mencakup data kegiatan, hasil monitoring dan evaluasi, serta penggunaan anggaran. Saran dan rekomendasi untuk perbaikan program UKS di masa depan.
Simpan RTL