Penguatan Peran UKS di Satuan Pendidikan Tahun 2025
Kota Makassar, 27–30 Oktober 2025
← Kembali ke Halaman Utama
Hasil Diskusi
Penguatan Peran UKS dalam Mendukung Program MBG
Nama Kelompok
Jenjang
Satuan Pendidikan Anggota Kelompok
SMA NEGERI 10 MAKASSAR
SMA MAKASSAR MULYA
SMA NEGERI 3 MAKASSAR
No
Kegiatan
Masalah
Solusi Yang Telah Dilakukan
Peran UKS/TP-UKS
Rekomendasi
A
Tahap Persiapan
1
belum adanya ruangan khusus untuk distribusi MBG
menggunakan selasar dan meja sekolah sebagai tempat transit MBG
belum berfungsi karna bru tau.
menyiapkan ruangan khusus MBG
2
Data siswa terkait status gizi, berat badan, dan tinggi badan tidak terdata dengan baik
Membuat database digital siswa berisi data antropometri (BB, TB) dan asupan gizi
Melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan status gizi secara berkala.
Gunakan aplikasi khusus UKS atau platform berbasis web untuk input dan monitoring data MBG
3
Keterbatasan tenaga pelaksana (guru, petugas UKS, dan kader kesehatan sekolah)
Menambah dan melatih kader UKS atau siswa peduli gizi untuk membantu pelaksanaan MBG
UKS menjadi pusat koordinasi antara sekolah, puskesmas, dan pihak luar.
Pembentukan Tim MBG Sekolah
4
terbatasnya dana untuk menjalankan kegiatan kesehatan di sekolah.
Menjalin kerja sama dengan Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan sponsor lokal (misalnya apotek, klinik, atau perusahaan sekitar) untuk membantu pendanaan atau penyediaan alat kesehatan.
Mengidentifikasi kebutuhan dana dan menyusun rencana anggaran untuk kegiatan UKS tahunan.
Pemerintah daerah disarankan meningkatkan dukungan anggaran UKS melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
B
Tahap Pelaksanaan
1
Kurangnya jumlah petugas pelaksana UKS, Petugas UKS belum memiliki pelatihan khusus.
Melakukan pelatihan dan pembinaan rutin, Menunjuk lebih dari satu petugas pelaksana.
Koordinator kegiatan kesehatan sekolah, Pelaksana pelayanan kesehatan dasar di sekolah.
Sekolah perlu menetapkan secara resmi petugas pelaksana UKS, Adakan pelatihan dan workshop berkala
2
Siswa belum memahami etika dan pola makan sehat
Memberikan edukasi kepada siswa tentang pemahaman etika dan pola makan sehat
Mengajarkan kebiasaan sehat
Menyediakan sarana pendukung
3
Kurangnya pengetahuan siswa tentang gizi seimbang, Masih banyak siswa yang memiliki kebiasaan tidak sehat
Mengadakan penyuluhan rutin tentang gizi seimbang dan PHBS, Membuat kegiatan edukatif dan interaktif.
Melakukan pemantauan perilaku siswa
Perlu ada kerja sama rutin dengan Puskesmas,
C
Tahap Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan
1
Belum adanya jadwal monitoring yang teratur
Membuat jadwal rutin monitoring
Sebagai pelaksana utama monitoring kegiatan kesehatan sekolah
Sekolah perlu menetapkan jadwal dan standar pelaksanaan monitoring UKS secara tertulis
2
Kurangnya pemahaman petugas UKS dan guru
Membuat format evaluasi standar
Melaksanakan evaluasi internal
Gunakan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan dan inovasi program UKS berikutnya.
3
Laporan kegiatan UKS tidak dibuat secara rutin atau tepat waktu,Kurangnya kemampuan petugas UKS dalam menyusun laporan yang lengkap dan sistematis.
Membuat jadwal tetap pelaporan UKS,Menggunakan format laporan standar.
Menyusun laporan kegiatan UKS secara rutin dan terstruktur, Mengumpulkan data dari setiap kegiatan kesehatan sekolah.
Sekolah harus menetapkan sistem pelaporan UKS yang terjadwal dan terdokumentasi dengan baik. unakan format pelaporan yang baku
Simpan Hasil Diskusi